1. Prof. Yudi Latif, MA., Ph.D Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia/ PSIK-Indonesia Tema: Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini mengalami pergeseran atau perubahan di semua sendi kehidupan yang sangat mengkhawatirkan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan suatu konsepsi, kemauan, dan kemampuan yang kuat untuk menopang kebesaran, keluasan, dan kemajemukan keindonesiaan.
Jati Diri Bangsa Indonesia
Jati diri bangsa Indonesia tercermin dalam beberapa aspek penting, yaitu:
- Pancasila: Sebagai dasar negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kesederhanaan.
- Undang-Undang Dasar 1945: Sebagai landasan hukum yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI): Sebagai bentuk negara yang menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan bangsa.
- Bhineka Tunggal Ika: Sebagai semboyan yang menekankan pentingnya kesatuan dalam keberagaman.
Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Pembinaan kesadaran bela negara merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan warga negara dalam membela negara. Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu ¹ ²:
- Pendidikan Kewarganegaraan: Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga negara tentang hak dan kewajiban mereka dalam membela negara.
- Latihan Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara.
- Kampanye Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.
Tujuan Bela Negara
Tujuan bela negara adalah untuk:
- Melindungi Negara: Dari ancaman dan gangguan yang dapat membahayakan kedaulatan dan keutuhan negara.
- Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa: Dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.
- Meningkatkan Ketahanan Nasional: Dengan meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara dan menghadapi ancaman.
2. Erisandy Yudhistira Priority Banking Manager Bank Mandiri
Tema: Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa
Penguatan Literasi Keuangan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mahasiswa: Strategi & Manfaat
Literasi keuangan yang kuat merupakan fondasi krusial bagi kesejahteraan mahasiswa, tidak hanya selama masa kuliah tetapi juga jauh setelahnya. Berikut adalah pembahasan komprehensif mengenai pentingnya, strategi penguatan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan mahasiswa:
Mengapa Literasi Keuangan Mahasiswa Penting?
Masa Transisi Kritis: Mahasiswa seringkali pertama kali mengelola keuangan secara mandiri (uang saku, beasiswa, gaji part-time), jauh dari pengawasan langsung orang tua.
Dampak Langsung pada Kesejahteraan:
Kesejahteraan Finansial: Menghindari utang berlebihan, mampu memenuhi kebutuhan dasar, memiliki dana darurat, mulai menabung/investasi.
Kesejahteraan Akademik: Mengurangi stres finansial yang bisa mengganggu konsentrasi belajar dan prestasi akademik.
Kesejahteraan Mental & Emosional: Mengurangi kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental yang sering dipicu oleh masalah uang.
Strategi Penguatan Literasi Keuangan Mahasiswa
Penguatan ini memerlukan pendekatan multi-pihak dan berkelanjutan:
Peran Perguruan Tinggi (Kampus):
Integrasi ke Kurikulum: Menyisipkan materi literasi keuangan dalam mata kuliah wajib (misal: Pengantar Ekonomi, Kewirausahaan) atau mata kuliah pilihan khusus (Manajemen Keuangan Pribadi, Perencanaan Investasi).
Penguatan literasi keuangan bukanlah sekadar tambahan pengetahuan, melainkan investasi strategis dalam aset terpenting bangsa: sumber daya manusia berkualitas. Dengan menyediakan akses yang mudah, relevan, dan berkelanjutan terhadap pendidikan keuangan, perguruan tinggi, komunitas, dan mahasiswa itu sendiri secara kolektif dapat membangun generasi yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga cerdas finansial.
3. Prof. Kacung Marijan, Drs., MA.,Ph.D - Wakil Rektor 1 UNUSA Tema: Sistem Pendidikan Tinggi di
UNUSA
UNUSA adalah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Jawa Timur, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Nilai-nilai ke-NU-an (moderasi, toleransi, kearifan lokal) menjadi dasar pengembangan keilmuan dan karakter.
Visi & Misi: Umumnya fokus pada mencetak lulusan yang unggul, berakhlak mulia, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa dengan memadukan keilmuan universal dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).
Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru
Jalur Pendaftaran umumnya mencakup:
Jalur Prestasi/Akademik: Bagi siswa dengan nilai rapor/UN yang tinggi. Jalur Ujian Mandiri (UM- UNUSA): Tes tertulis (biasanya TPA, Tes Potensi Akademik, dan Tes Bidang Studi) yang diselenggarakan UNUSA serta jalur jalur lainnya. Dengan persyaratan:Lulus SMA/SMK/MA/Sederajat. Memenuhi nilai rata-rata yang ditentukan (tergantung jalur). Surat keterangan sehat (khusus untuk prodi kesehatan). Pas foto, ijazah/transkrip nilai (legalisir), dll.
4. Dr. Pulung Siswantoro, SKM., M.Kes. Dosen Universitas Airlangga
Tema: Strategi menumbuhkan critical thinking ability untuk menemukan solusi terbaik
Berpikir kritis adalah kemampuan menganalisis informasi secara objektif dan membuat penilaian yang masuk akal. Berikut adalah beberapa strategi efektif untuk mengembangkan kemampuan ini:
> Kembangkan Rasa Ingin Tahu
> Analisis dari Berbagai Perspektif
> Latih Penalaran Logis
> Gunakan Kerangka Kerja Pemecahan Masalah
> Dan lain sebagainnya
Dengan secara konsisten menerapkan strategi-strategi ini, Anda akan mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang kuat, yang pada gilirannya akan membantu Anda menemukan solusi terbaik untuk berbagai masalah yang dihadapi. Ingatlah bahwa berpikir kritis adalah keterampilan yang membutuhkan latihan terus-menerus untuk dikuasai.
Komentar
Posting Komentar